Weton Penanggalan Jawa Berdasarkan Peredaran Bulan

kalender jawaAda banyak perhitungan yang bisa dipelajari dalam weton penanggalan Jawa untuk mengetahui watak dan karakteristik seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Semuanya tersusun dalam kitab yang disebut primbon Jawa yang kini bisa dibaca oleh siapa pun. Bahkan kini sudah terbuka bebas dan dapat diakses melalui internet. Jaman memang sudah berubah. Pembahasan mengenai filosofi ini kini sudah dapat diperoleh dari berbagai media informasi mana saja. Bahkan cara-cara perhitungan dan rumusan ramalannya pun sudah dibuka lebar sehingga siapa pun dapat mempelajari atau mungkin bisa meramal nasib diri sendiri. Terdengar aneh memang, tapi itulah ilmu, siapa pun dapat mempelajarinya. Namun sebelum lebih dalam mengetahui ramalan berdasarkan primbon filosofi Jawa, ada baiknya telaah kembali apakah sesuai dengan ajaran agama yang dianut.

Weton Dari Peleburan Candrasengkala Jawa Dengan Kalender Hijriyah

Weton dengan sistem penanggalan Jawa selain dilihat dari perputaran Matahari pada Bumi, bisa juga perhitungannya berdasarkan pada peredaran Bulan yang mengitari Bumi yang disebut penanggalan Candrasengkala Jawa. Konon perhitungan penanggalan Jawa sudah dicocokkan berdasarkan penanggalan Kalender Hijriyah yaitu sistem penanggalan secara Islam. Namun demikian, peleburan dan pencocokan ini tidak sepenuhnya menjiplak Kalender Hijriyah. Para leluhur pada jaman Jawa kuno telah melakukan perhitungan atau kalau jaman sekarang disebut riset yang cukup rumit untuk menentukan sistem penanggalan yang tepat. Perundingan dan perhitungan panjang yang dilakukan para orang-orang tua kuno dahulu hakikatnya dikarenakan sistem perhitungan penanggalan antara Candrasengkala Jawa dengan Kalender Hijriyah memiliki perbedaan yang hakiki.

Perbedaan yang nyata antara penanggalan Candrasengkala Jawa dengan Kalender Hijriyah yaitu ketika ditetapkannya hari pergantian bulan. Pada penanggalan Candrasengkala Jawa, perhitungan penetapan hari pergantian bulan adalah pada saat senja hari ketika matahari terbenam antara pukul 17.00 sampai dengan 18.00. Sedangkan hari pergantian bulan pada penanggalan Kalender Hijriyah adalah penentuannya dengan melihat hilal dengan kasat mata. Walaupun yang dipakai acuannya adalah peleburan dengan Kalender Hijriyah, namun penggunaan weton sebagai tradisi juga tetap dilakukan oleh masyarakat Jawa. Contohnya adalah mandi rukyat pada malam satu Suro atau pada Malam Tahun Baru Hijriyah.

Related posts: