Runtuhnya Kerajaan Sunda Setelah Peristiwa Bubat

Dahulu, Indonesia ini memiliki banyak sekali kerajaan, salah satunya adalah kerajaan sunda. Pada dasarnya, sejarah kerajaan Sunda ini memang cukup menjadi kontroversi, karena ada beberapa versi yang menjadi patokan cerita sejarah ini. Salah satu sejarah di kerajaan Sunda yang terjadi adalah peristiwa Bubat. Adanya peristiwa ini menimbulkan banyak sekali pasukan Sunda yang gugur di wilayah kerajaan Majapahit. Saat itu kerajaan Sunda mengalami keterpurukan dan bisa dikatakan runtuh. Namun masih ada kelanjutan sejarah setelah peristiwa ini terjadi.

Pergantian Raja Setelah Peristiwa Bubat

Saat Bubat ini terjadi, Niskala Wastu Kencana yang merupakan putra mahkota masih berusia sangat kecil, sehingga kekuasaan dikendalikan oleh Hyang Bunisora dari tahun 1357 hingga 1371. Saat sudah menginjak usia dewasa, Niskala menerima tahta kekuasaan hingga tahun 1474. Kekuasaannya ini cukuplah lama, yakni hingga mencapai sekitar 104 tahun. Di masa pemerintahan Niskala ini berjalan cukup baik. Ia selalu memikirkan kesejahteraan rakyat serta menaati agama dengan baik. Namun sayang sekali, ketika kekuasaan diberikan kepada Ningrat Kencana hingga tahun 1482, tradisi sunda justru banyak dilanggar dan pemerintahan itu kurang disukai rakyat.

Sejarah kerajaan Sunda pun tetap berlanjut, yang mana kemudian kekuasaan Ningrat Kencana digantikan oleh Jayadewata. Ibukota Kerajaan Sunda pada saat itu adalah Pakuan Pajajaran. Pengaruh Islam pun mulai ada di kerajaan itu. Bahkan, sebagian penduduk di bagian utara banyak yang memeluk Islam, khususnya di Cirebon dan Banten. Ketika menghadapi situasi ini, Raja Sunda menjalin kerja sama dengan Portugis, tepatnya di Malaka. Dan saat itu diutuslah putra mahkota Sunda untuk ke Malaka, saat kepemimpinan Surawisesa

Surawisesa menggantikan tahta dari Jayadewata. Namun di pertengahan kekuasaan itu, pelabuhan Sunda kelapa jatuh pada Kerajaan Banten. Dan nyatanya Portugis tidak bisa berbuat apa pun untuk membantu kerajaan Sunda. Hal ini menyebabkan pusat kerajaan Sunda putus menjalin hubungan dengan wilayah luar. Surawisesa akhirnya digantikan oleh Ratudewata, dimana terjadi masa kritis karena serangan pasukan Islam yang begitu kuat.

Namun meskipun demikian, sejarah kerajaan Sunda mengatakan bahwa kedaulatan masih tetap terjaga. Ratudewa ini memiliki peran sebagai pendeta, dan kurang mempedulikan nasib rakyatnya. Dengan demikian, kekuasaannya diganti dan diberikan kepada Ratu Saksi. Namun, Ratu Saksi ini adalah seorang raja yang begitu kejam dan selalu memikirkan kesenangan hidupnya. Dan ketika digantikan dengan Tohan Di Majaya, justru ia tidak berbeda dengan sebelumnya. Serangan Islam pun makin gencar di wilayah utara. Dan kerajaan pun semakin lemah hingga kekuasaan Nusiya Mulya, karena serangan pasukan Islam terus bertubi-tubi sampai abad 16 akhir. Di Kingsunda.com ada cerita Sunda menarik lainnya.

Related posts: