Bahaya Menonton TV Terlalu Lama Bagi Anak

Kehidupan anak-anak di masa sekarang memang sudah sangat berbeda dengan masa kanak-kanak kita di era 90-an. Beragam hiburan yang disediakan di berbagai media seperti televisi dan juga internet, membuat anak-anak jaman sekarang lebih memilih untuk menghabiskan waktu di depan televisi ataupun laptop. Padahal, beberapa penelitian mengatakan bahwa terdapat beberapa dampak buruk menonton film layar kaca terlalu lama.

Terlambat Bicara

Berdasarkan sebuah penelitian 1 dari 6 anak perempuan dan 1 dari 3 anak laki-laki memiliki kemampuan bicara yang terlambat disebabkan terlalu lama menonton televisi. Sebagian orang tua berpikir bahwa cukup dengan menonton televisi maka anak akan menjadi pintar berbicara dan berperilaku. Padahal, suara bising yang dikeluarkan dari televisi tersebut mengganggu kemampuan anak dalam mencerna bahasa dari orang-orang di sekitarnya.

Kepadatan Tulang Berkurang

Anak-anak yang sudah terbiasa menonton film layar kaca selama berjam-jam dalam sehari, maka akan jarang melakukan kegiatan fisik lainnya. Hal ini akan mengakibatkan kepadatan tulang mereka ketika dewasa menjadi berkurang. Terlebih jika si anak tersebut menonton televisi selama 14 jam dalam kurun waktu seminggu, maka ketika nantinya dia dewasa, kepadatan tulangnya akan mudah rapuh.

Terjadi Penggumpalan Darah Di Paru-Paru

Ketika seseorang menonton televisi terlalu lama, maka berarti ia juga duduk terlalu lama. Akibat dari duduk terlalu lama tersebut, maka berdasarkan sebuah penelitian bahwa seseorang yang menonton televisi lebih dari 5 jam dalam sehari memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami penggumpalan darah di paru-paru. Penggumpalan darah di paru-paru ini tentunya sangat mematikan, karena juga dapat menghambat aliran darah yang menuju jantung. Untuk mencegah hal ini, maka jangan biarkan anak Anda betul-betul hanya duduk selama 5 jam berturut-turut, tetapi sesekali melakukan peregangan.

Mempengaruhi Psikis

Tayangan televisi memang tidak semuanya memiliki nilai positif yang patut untuk dilihat anak-anak. Berdasarkan penelitian mengungkapkan bahwa, adegan-adegan kekerasan dan pembunuhan di dalam film layar kaca meskipun tidak betulan dapat memberikan dampak negatif pada otak anak. Sehingga dapat memicu terjadinya mimpi buruk maupun gangguan emosional pada anak.

Related posts: